LINKS

Sabtu, Juli 17, 2010

Murid ke Sekolah Pakai Sandal Jepit



Murid ke Sekolah Pakai Sandal Jepit
SDN 014 Lamaru Bisa Raih Nilai Tertinggi

BALIKPAPAN-Fasilitas listrik belum ada di sekolah dasar (SD) Negeri 014 Kelurahan Lamaru Kecamatan Balikpapan Timur, bahkan siswa-siswinya jika bersekolah tidak menggunakan perlengkapan sekolah yang memadai seperti mereka bersekolah masih menggunakan sandal jepit. Bahkan ada yang tidak menggunakan alas kaki.

Kendati demikian, sekolah ini mendapat prestasi yang gemilang yaitu untuk SD di Kota Balikpapan SDN 014 Jalan Traktor 6 mendapatkan peringkat pertama se Kota Balikpapan. Dengan keterbatasan fasilitas untuk menunjang kegiatan belajar mengajar di sekolah ini tetapi siswa-siswi disekolah ini mampu menunjukan bahwa dengan keterbatasan yang ada mampu berprestasi.

“Nilai rata – rata sekolah untuk mata ujian Bahasa Indonesia 8.27, Matematika 9.75, IPA 8.42 dengan total nilai 26.44 merupakan nilai rata-rata tertinggi untuk kelulusan sekolah dasar di Kota Balikpapan terang Lurah Lamaru Suswandi kepad Post Metro belum lam ini. Patut diketahui SD 014 merupakan SD yang terletak di pinggiran kota Balikpapan yang jauh dari pusat kota, Begitu pula sarana dan prasarana di SD ini juga cukup memprihatinkan.

Terdapat 4 set komputer bantuan dari pemkot Balikpapan akan tetapi tidak dapat dipergunakan karena tidak ada jaringan listrik. “Jaringan listrik yang belum masuk sekolah mengakibatkan terkendalanya proses KBM, namun kami bangga mereka dapat berprestasi,” ungkap Hasanuddin S.Pd selaku kepala sekolah di SD tersebut.

Sadjan Muljaqin, S.Pd yang merupakan pengawas sekolah Tk SD di Kelurahan Lamaru menambahkan, Ujian akhir di SDN 014 Balikpapan Timur diikuti oleh 6 orang siswa dengan tingkat kelulusan 100%. “Dengan hasil UAS BN yang diperoleh siswa SDN 014 Balikpapan Timur, sangat memuaskan walaupun sarana dan prasarana untuk SD tersebut belum memadai, perlu diperhatikan sarana dan prasarana tersebut” tutup dia.(nus)

Sumber: metrobalikpapan

Sandal Kesehatan Sejuta Gaya





Sandal Fitflop Electra. www.fitflop.com

TEMPO Interaktif, Jakarta -Tren gaya hidup masyarakat Indonesia kian hari semakin marak. Selalu ada celah menarik yang disajikan untuk menarik perhatian dan menjadi bagian penting dalam gaya hidup masyarakat masa kini. Salah satunya fitflop, sandal kesehatan dan gaya hidup yang dipasarkan sejak tahun 2007.

"Mencermati tren gaya hidup masyarakat Undonesia terutama para wanitanya yang dinamis tanpa menghilangkan nilai modis, kami dari PT Multifortuna Sinardelta menghadirkan sandal fitflop asal dari Inggris," kata Young Kim, General Manager untuk Divisi Fashion dari perusahaan tersebut.

Pada acara perkenalan sandal ini, mengundang media yang berlangsung di Decanter Wine House, di Plasa Kuningan, Jakarta Selasa (13/7). Kepada wartawan, Kim menjelaskan sandal ini dimotori Marcia Kilgore, seorang mantan personal trainer dan pengusaha Bliss Spa Chain dan dua rekannya, Dr David Cook serta Darren James dari London South Bank University.

Menurut Kim, mereka menciptakan sandal fitflop dengan keunggulan menggunakan teknologi Microwobbleboard yakani sebuah teknologi yang dibuat secara mekanik untuk membantu menguatkan otot kaki yang sedang berjalan. Selain itu microwobbleboard midsole terbukti dapat lebih mengisi bokong dan otot kaki ketika digunakan.

Sandal inipun menjadi sandal yang digemari banyak pria, wanita bahkan anak-anak. Kin menegaskan sandal yang dibuat berdasarkan biomekanik ini sangat membantu menguatkan otot kaki saat sedang berjalan. Bahkan penelitiannya sudah dilakukan di Center for Human Performance di London South Bank University.

"Hasilnya menunjukan bahwa dengan berjalan kaki menggunakan sandal ini dapat membantu meningkatkan kerja otot kaki, betis, glutealis, memperbaiki postur tubuh karena cara kerja teknologi pada sandal ini menyerupai cara kerja berjalan dengan kaki telanjang yang disertai kekuatan otot," ungkap Kim.

Di manca negara fitflop telah menjadi pilihan para selebriti dunia seperti Oprah Winfrey, Hillary Swank dan Heidy Klum. Kim menuturkan di Indonesia pemakainya VJ MTV Cathy Sharn dan perancang perhiasan Elizabeth Wahyu. "Saya suka sandal ini karena membantu saya yang memiliki problem kesehatan pada kaki akibat sering memakai sepatu berhak tinggi," kata Cathy memberikan testimoninya.

Pemeran film layar lebar Bangku Kosong ini langsung jatuh cinta kepada fitflop sejak enam bulan lalu ketika dalam sebuah perjalanan singgah di sebuah butik sepatu di kawasan pebelanjaan di Brunei.

"Aku langsung menulis kegembiraan menemukan sandal ini di akun pribadiku di Twitter. Melalui nge-twitt aku bercurhat soal sandal ini. Bukan untuk promosi tapi ini serius sandal kesehatan dengan sejuta gaya. Dijamin tidak akan malu-maluin memakai sandal jepit ini," pungkasnya panjang lebar.

Pilihan Cathy selain sandal ini menyajikan manfaat kesehatan, dia tertarik dan menyukai bentuknya yang pas dikenakan dengan penuh gaya. "Kalau pakai sandal jepit biasa untuk pergi ke mal, hang out atau bertugas rasanya nggak oke. Yang ini keren dan oke banget siap gaya ke acara apapun," pungkasnya senang.

Sandal ini terdiri dari tujuh jenis dengan aneka model seperti walkstar 1 dan 3 merupakan sangat pas dikenakan dan favorit pada musim panas. Tersedia dalam warna silver, hitam, bronze dan merah. Electra adalah jenis yang membuat kaki terlihat makin cemerlang dengan sedikit kilau pada strapnya. Sangat tepat bagi mereka yang suka bergaya. Pilihan warnanya silver, gold, hitam dan bronze.

Jenis Pietra adalah sandal cantik yang dirancang kulit asli ditambah batu permata yang menghiasi tungkai kaki dan memberikan kesan ramping. Oasis jenis sederhana sekaligus elegan. Girls Electra dan Men's Dass merupakan jenis sandal untuk si kaki mungil dan pria yang juga ingin tampil. Harga sandal ini mulai 699 ribu hingga di atas sejuta dan di Jakarta bisa didapat di beberapa gerai seperti Grand Indonesia, Plasa Indonesia, Plasa Senayan dan Senayan City.Tertarik?? HADRIANI P
Sumber: Tempoinreaktif

Kepribadian Sandal Jepit




Mengenakan sandal jepit di kantor adalah negosiasi terhadap hegemoni sepatu .

Lee laccocca tidak mengenakan sandal jepit. Donal Trump juga tidak. Sekretaris mereka juga pasti tidak. Tapi wanita itu– cantik, wangi, dan mengenakan blazer hitam– memakai sandal jepit, karena memang bukan sekretaris Akio Morita. Ia sekretaris yang kalau malam pulang ke gang Bluntas. Ia memang bekerja di sebuah gedung dahsyat di segitiga emas Jakarta. Sebuah kantor modern: pasti ber-AC, desain interior yang elegan, dengan wall paper yang berwarna lembut, dan lukisan yang memberi cita rasa artistik. Ia sedang menelpon sambil memijit-mijit keyboard computer. Di sekelilingnya semua wanita ber-blazer hitam, semua pria berbaju putih lengan panjang. Tentu tidak semua memakai sandal jepit, Sepatu pria disemir mengkilat, sepatu wanita haknya tinggi, tapi di bawah setiap meja nampaklah sepasang sandal jepit. Kalau ada ninja masuk sebuah kantor di Segitiga Emas Jakarta pada malam hari, ia bisa mengangkut sekarung sandal jepit dari setiap lantai.

Dalam teori apapun yang berhubungan dengan etiket perkantoran modern, tentu saja sandal jepit tidak pernah disebut-sebut. Kalau tidak percaya, Tanya saja John Robert Powers. Toh dengan mata tertutup kita sudah bisa pastikan, sandal jepit adalah bagian yang terpisahkan dari dunia perkantoran di Segitiga Emas Jakarta, dunia kaum Yuppies Indonesia.

Secara kongkret, orang memakai sandal jepit di kantor karena merasa tidak betah memakai sepatu. Kalau pakai sepatu lebih dari sekian jam, apalagi sepatu hak tinggi, untuk berjalan-jalan pula, kaki rasanya terbakar. Apa boleh buat, sang sekretaris pun mondar-mandir dengan sandal jepit.

Peradaban sepatu, sejarahnya memang belum lama di Indonesia. Sampai hari ini, masih sering kita dengar betapa anak-anak sekolah di desa berangkat dengan memakai sepatu, namun ketika pulang mencangkingnya. Sepatu adalah suatu siksaan , sepatu hanya suatu formalitas. Begitulah formalitas mengajarkan kita berangkat ke kantor memakai sepatu. Sesampai di kantor kita mengenakan sandal jepit, aneh, absurd malah, tapi nyata, dengan logika itu, seharusnya kita berangkat memakai sandal.

Lee Laccoca memang tidak memakai sandal jepit. Toh itu tidak harus berarti derajatnya lebih tinggi dari yuppies Indonesia, karena memakai sandal jepit di kantor, betapapun tidak cocoknya dengan teori etiket perkantoran modern, adalah sebuah kejujuran, sebuah pengakuan, atas ketidakbetahan memakai sepatu: yakni pengakuan atas asal-usul kebudayaan agraris, kebudayaan para petani. Banyak orang yang mengingkari asal-usul yang memalukan, namun bersandal jepit di kantor, betapapun mulut tiada berucap, adalah sebuah pengakuan yang bersahaja. “saya tidak betah memakai sepatu”.

Ketidakbetahan memakai sepatu, Memang adalah perilaku yang diwarisi dari tradisi petani tanpa sepatu. Sandal jepit bagi para petani, sebetulnya sudah merupakan sepatu, biasanya berjalan kemana-mana tanpa alas kaki. Supaya lebih sopan, dikenakanlah sepatu.

Ini semua hanya menunjukan, bahwa begitu banyak barang yang dikonsumsi tidak sebagai fungsi, melainkan symbol. Itulah kepribadian sandal jepit, yang bertebaran di Segitiga Emas, puncak piramida kisah sukses di Jakarta, ini juga menunjukan kejujuran sejarah, betapa masa lalu tidak bisa di bunuh, apalagi diingkari.

Salam

Sumber: Seno Gumira Ajidarma/sukab.wordpress

Kamis, Juli 15, 2010

Diplomat Israel demo celana jin dan sandal



Diplomat Israel mengenakan sandal dan jin ke kantor

Para diplomat Israel mulai memakai jin dan sendal saat bekerja sebagai bagian dari aksi demo buruh menuntut kenaikan gaji, demikian isi pernyataan pejabat departemen luar negeri.

Para pegawai diplomatik ini menuntut kenaikan gaji sejajar dengan rekan mereka di badan intelijen dan pertahanan.

Aksi ini bisa mengganggu rencana perjalanan PM Benjamin Netanyahu ke AS, karena selain memakai jin dan sendal serikat pekerja juga mendesak karyawan di kedutaan Israel di Washington untuk tidak mengatur perjalanan yang akan berlangsung Juli nanti, demikian salah satu isi laporan media setempat.

Berdasarkan serikat pekerja diplomat, pegawai kementerian luar negeri hanya digaji setengah dari imbalan yang didapat oleh pegawai kementerian pertahanan dan anggota komunitas intelijen yang bertugas di luar negeri, meski mereka mengerjakan beban pekerjaan yang sama.

Perselisihan soal gaji ini sebenarnya sudah berlangsung selama enam bulan terakhir, dan kini mulai menjadi perhatian publik.

Sejumlah pegawai kementerian luar negeri kini mengabaikan peraturan pekerjaan yang mengharuskan mereka berpakaian resmi dan datang ke kantor dengan memakai jin dan sandal.

Aksi ini juga mempengaruhi sejumlah kunjungan. Kementerian luar negeri merupakan pihak yang bertanggung jawab untuk menyambut kedatangan tamu negara.

Senin lalu, Wakil Menteri Luar Negeri Danny Ayalon terpaksa menerima kunjungan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov tanpa sambutan yang layak karena tidak ada satupun pegawai yang mengaturnya, demikian laporan kantor berita AFP.

Sumber: BBC Indonesia

Santai dengan Sandal

Saat liburan dan tak lagi ke sekolah, nah pakai sandal kemana-mana sudah bebas. Beda saat sekolah, pakai sepatu adalah wajib. Karena, dengan memakai sandal, lebih nyaman apalagi kalau untuk jalan-jalan santai.

Sandal anak-anak untuk kita sekarang ini banyak yang unik-unik, sengaja didesain semenarik mungkin. Tapi tidak hanya butuh unik, ketika akan memilih memakai sandal yang paling penting yang harus dipertimbangkan adalah faktor kenyamanannya.
Sandal untuk perempuan maupun laki-laki semuanya didesain semakin cantik dan tidak membosankan. Sehingga, kita semakin banyak punya pilihan. Sandal untuk perempuan misalnya, disulap menjadi lebih cantik dan genit dengan tambahan bunga atau payet.
Tapi, harus diingat, model dan desain itu nomor kedua, karena yang utama adalah kenyamanan kita memakainya. Kalau bingung memilih, teman-teman bisa meminta bantuan ibu, atau kakak mana yang sesuai untuk kita.
Pertama-tama jangan hanya mencari merk. Kadang sandal yang digelar di pinggir jalan lebih enak dipakai daripada merk tertentu yang mengeluarkan alas kaki serupa.
Saat membeli, sobalah mengenakannya. Berjalanlah sejenak dengan sandal tersebut. Apakah cukup nyaman di kaki atau tidak.
Perhatikan bahan sandal tersebut. Kadang terdapat potongan yang kurang rapi. Biasanya terletak diantara ibu jari dan jari telunjuk kaki. Pilih sandal dengan bahan karet dan bukan plastik. Jangan pula memilih sandal dari bahan kayu karena akan terasa berat dan tentu malah melelahkan kaki.
Bila menginginkan sandal yang sudah diberi hiasan, usahakan hiasan tersebut tidak terlalu meriah dan banyak, karena akan sayang jika hiasannya lepas dari tempatnya.
Jika sudah digunakan, bersihkan sandal dengan menggunakan kapas dan air. Keringkan dan simpan dalam kantong plastik.
Dengan beragamnya model sandal, seperti gambar boneka dan sebagainya, dapat dijadikan tren baru. Niscaya hari libur teman-teman akan tambah meriah.

Sumber: Ujungpandangekspres.com

Sandal Refleksi dari Kulit Durian



Sandal dibutuhkan oleh setiap orang, dari kalangan atas hingga kalangan bawah, usia anak-anak hingga usia tua, sandal pria maupun wanita. Sandal juga diposisikan dari segi fungsi seperti sandal santai, sandal resmi, sandal sehat, dan yang lainnya sesuai dari jenisnya seperti sandal pria, sandal wanita, sandal anak-anak.
segmentasi produk. Sandal sehat merupakan sandal yang berfungsi menyehatkan baik untuk fisik maupun psikis karena memiliki tonjolan-tonjolan untuk efek pemijatan kaki. Sandal sehat yang beredar di pasaran kebanyakan terbuat dari bahan plastik dengan model polos dan tidak terlalu mengikuti fashion.

Salah satu inovasi untuk membuat sandal sehat muncul dari mahasiswa FISE dan FMIPA UNY, masing-masing Achmad Rivqi Effendi (Jurusan Akuntansi Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi) serta Ahmad Hanif Sidiq dan Yuni Nurfiana Wulandari (jurdik Kimia FMIPA). Mereka membuat sandal kesehatan atau refleksi terapi yang memanfaatkan duri limbah kulit durian. Karena keunikannya inilah maka sandal refleksi dari kulit durian ini berhasil lolos dalam program kreativitas mahasiswa tingkat universitas yang didanai DIKTI pada tahun 2010. Sandal refleksi terapi yang memanfaatkan duri dari kulit durian ini difungsikan untuk pijat refleksi di telapak kaki melalui pengendoran otot-otot yang memberi efek terhadap kelancaran sirkulasi darah, kemampuan kerja organ sebagaimana mestinya baik itu jantung, otak, pencernaan, imunitas, dan sebagainya.

Cara membuatnya dimulai dengan menggambar pola pada alas (sole/sol) dan spon atau kayu (midsole) sesuai sketsa, mencetaknya dengan bantuan pisau, dan merekatkan antara sole dengan midsole. Selanjutnya merangkaikan slop pada midsole dan merekatkannya pada alas (sole). Kulit durian yang akan digunakan haruslah dikeringkan terlebih dahulu dibawah sinar matahari dan bagian lancipnya telah ditumpulkan. Kulit durian dipotong sesuai pola baik berdasarkan desain maupun manfaat kesehatan yang diinginkan. Kemudian direkatkan pada sisi midsole dan biarkan beberapa jam agar lemnya merekat. Kemudian dilakukan pewarnaan sesuai dengan desain sandal. Untuk mode sandal yang bongkar pasang sendiri, kulit durian maupun midsole dipaku bersama perekat yang terbuat dari kain.

sumber, dinamika.uny.ac.id

Menawarkan Sandal di Pasar Malam




“Pasar malem“, mungkin tidak asing lagi di telinga kita, postingan kali ini saya mencoba menulis tentang pengalaman saya, survey market untuk dagang sandal.

Survey ke pasar malem, melihat pedagang” sandal menjajakan dagangannya. Ternyata para pedagang juga penginnya dengan modal sedikit untung besar. Hampir semua pedagang takut mengambil resiko ini dibuktikan dengan penawaran saya kepada sejumlah pedagang sandal di pasar malem, hanya 1 dari 4 pedagang yang mau menerima penawaran saya, itupun hanya menerima katalog. :smile: mungkin karena keterbatasan modal. Menjual sandal di pasar malem memang harus sesuai dengan lingkungan, barang yang unik, bagus dan harga terjangkau.

Hasil survey pasar malem, aku dapat menyimpulkan bahwa:

* Untuk memulai menjalankan usaha/ dagang dengan dana terbatas, harus mencari supplier yang mempunyai barang yang bagus, harga terjangkau namun tidak pasaran.
* Untuk menawarkan barang ke pedagang harus barang dengan harga murah kualitas bagus.
* Sandal yang lagi “trend” itu sandal jepit karet yang lentur dengan warna yang mencolok/ rame tapi motif polos.
* Yang diinginkan supplier barang laku harga jual mahal.
* Yang diinginkan Penjual beli barang dengan harga murah namun untung besar.
* Yang diinginkan pembeli beli barang dengan harga murah tapi kualitas bagus.

Kesimpulan, ini membuktikan bahwa produk kami tidak pasaran, harga mahal karena memang kualitasnya bagus dan nyaman dipakai. :smile:

Dari berbagai sumber